Monyet Begok

Sebuah Cerita Yang Harus Selesai

0 notes

Tuhan Tidak Adil !

Pemain bola, para bintang lapangan bola yang begitu lihainya menggiring bola seakan - akan kakinya terasa memiliki mata untuk melihat bola di depannya, serasa memiliki insting tersendiri untuk menebak arah bola, apakah benar seperti itu ?

Pemain musik, para gitaris dunia yang dengan lincah jari - jarinya memetik benang kasar pada gitarnya masing - masing, apakah dia memiliki kelebihan yang memang digariskan oleh tuhan ? buktinya tak semua dapat melakukan itu.

Pemain basket dengan insting super memasukkan bola dari jarak yang begitu jauh dan itupun hanya terhadap lobang yang tak jauh lebih besar dari bolanya, apakah itu keistimewaan sendiri yang tak sembarang orang bisa memiliki ?

Atau juga para penulis yang terasa memiliki banyak kata - kata dan kalimat bersayap yang beterbangan di otaknya, ide - idenya begitu menarik, tangannya begitu cerdik, apakah semua itu berasal dari garis tuhan yang tak diberikan kepada sembarang orang ?

jika ada yang beranggapan seperti itu, aku akan jadi salah satu orang yang akan dengan tegas membantah ! bukankah mereka semua sama ?

Kau ingat saat pertama kali kau terlahir ke dunia ? oke, anggap saja itu hanya pertanyaan bodoh karena aku sangat yakin tak ada seorang pun yang mengingat saat - saat itu.

Tapi pasti kau ingat saat - saat ini, saat dimana kau hanya bisa menangis, hanya bisa merangkak dan meneriakkan kata - kata yang tak jelas ketika kau menginginkan sesuatu, atau saat - saat ketika pertama kali kau belajar bersepeda, kau terjatuh berulang - ulang kali sampai akhirnya kau tak sadar bahwa kau telah mampu mengayuh kencang dan berbalapan dengan yang lain.

Atau jika memorimu memang tak bisa memancing gambaran masa lalu itu, pastilah kau ingat saat - saat kau hanya bisa mengucap huruf satu - persatu, berhari - hari mengingat dan mengulang huruf itu kemudian tanpa sadar kau telah mampu mengeja beberapa deret kata, dan tanpa sadar pula saat ini kau telah mampu membaca dan menikmati tulisan ini dengan lancar.

Apakah pemain bola, para pemusik, pemain basket, dan para penulis itu berbeda denganmu ? apakah kau mengira mereka terlahir dengan kemampuan itu ? atau mungkin juga kau mengira para gitaris terlahir bersama gitarnya, dan para penulis terlahir bersama pena dan tintanya ? tentu tidak kan ?

Lantas, alasan apa yang cocok untuk mengeluhkan nasibmu ? alasan apa yang cocok untuk berkeluh kesah karena orang yang kau lihat bisa ini itu tetapi kau hanya bisa ini ini saja ? alasan apa yang cocok ? bukankah kau sama dengan mereka ? bukankah kau dan mereka memiliki jatah yang sama dari tuhan ? mata yang sama, tangan yang sama, kaki yang kuat, otak yang hebat, dan lagi - lagi alasan apa yang cocok untuk mengeluhkan nasibmu ?

Asal kau tau, yang membedakanmu hanyalah garis kelahiran, tempat kelahiran, tempat berasal, mungkin hanya berbeda atap rumah, atau kau terlahir di tengah - tengah batu dan tanah sementara mereka di tengah - tengah aspal dan tembok yang kokoh.

Kau akan mengeluhkan garis kelahiranmu ? kau bisa saja menganggap tuhan tak adil, berfikir bahwa Dia pilih kasih, atau juga berfikir bahwa Dia tak menyayangimu.

Tapi …

Kau juga bisa menganggap tuhan sangat adil sehingga kau yakin ketika takdir mempertemukanmu dengan keadaan tak baik, terlahir dari orang tua miskin, putus sekolah karena biaya, rumah di rimba, lantai tanah, dan apapun itu. Kau bisa menganggap semua itu diberikan kepadamu, karena tuhan tau kau lebih mampu dari yang lain, karena tuhan tau kau lebih hebat untuk menghantam semua keadaan itu, karena tuhan tau bahwa kau akan jadi pemenang.

Dan terakhir, asalkan kau tau, Tuhan bekerja berdasarkan anggapanmu.

Masih berfikir bahwa tuhan itu tak adil ?

Filed under tuhan nasib keadilan

0 notes

Aku tidak sedang mempersiapkan diri untuk mati, tapi aku mempersiapkan diri untuk hidup. Hidup yang nyata bukan disini, disini segala halnya fana. Disini hanya tempat istirahat sejenak, hanya sebuah penentu atau sebut saja tolak ukur.

Filed under Kuotes

0 notes

Tulis Menulis

Awalnya aku pernah merasa takut, takut untuk memilih kata mana yang cocok untuk memulai tulisanku, bagaimana cara memulainya ?

Pernah juga merasa takut, takut apa yang aku tulis tidak lebih baik dari tulisan yang aku baca kemarin, aku takut mereka bosan terhadap apa yang kusampaikan.

Siapa yang akan membaca ? aku juga pernah takut, takut tak ada seorang pun yang mau membaca tulisan ini, bahkan bayangan yang timbul adalah sebuah tulisan kaku yang menyendiri dan tak ada seorang pun yang sudi untuk sekedar melirik judulnya.

Lantas, ketika aku tetap merasa takut, apa aku akan menulis ? Lantas ketika aku takut untuk memulai, apakah pantas aku berharap akan berakhir ?

Lantas, jari - jari ini diam, aku berhenti menulis, ada tamu diluar :3

Filed under tulisan

1 note

ada yang bicara berdasarkan kebenciannya, berdasarkan isi kepalanya, ada pula yang berbicara berdasarkan hatinya, berdasarkan apa yang diyakininya.

31 notes

Manusia itu selalu berada dalam dua kondisi. Kadang ia mempengaruhi, kadang pula ia dipengaruhi. Kadang ia mewarnai, kadang pula ialah yang diwarnai. Cermatlah, kapan dan bagaimana seharusnya kita berada.
(via laninalathifa)

1 note

Proses itu berjalan, bukan rencana. Jadi kalo ada orang bilang berhijab dalam proses tapi dia belum juga berhijab. Itu bukan proses. Tp rencana tok :D

Proses itu berjalan, bukan rencana. Jadi kalo ada orang bilang berhijab dalam proses tapi dia belum juga berhijab. Itu bukan proses. Tp rencana tok :D